Home » » Kebiasaan Buruk yang Merusak Kesehatan Anak

Kebiasaan Buruk yang Merusak Kesehatan Anak

Kebiasaan Buruk yang Merusak Kesehatan Anak

Anak-anak belajar bagaimana merasakan dan menggunakan kemampuan bagian tubuh mereka. Mereka melakukannya dengan mencontoh apa yang anda lakukan, sebagai anak mereka cenderung meniru tindakan Anda. Cara ampuh untuk mengajar anak kebiasaan sehat adalah tidak menerapkan sistem "reward or Punishment" pada mereka.


Sebaliknya bertindak dengan cara yang positif dan memberikan contoh kesadaran sebagai model perilaku sehat. Memerikan contoh perilaku sehat dari orang tua kepada Anak akan membantu Anak dengan senang hati menjaga kesehatannya seperti kesehatan berat badan, menjaga kebersihan dan sebagainya. Apakah anda sebagai orang tua sudah melakukan perilaku sehat itu? Oke, bila belum anda bisa melakukannya bersama-sama dengan anak anda mulai sekarang.

Beberapa kebiasaan buruk yang harus anda hindari sehingga tidak berpengaruh buruk pada perilaku sehatnya.

Kebiasaan Buruk 1: Mengkritik diri sendiri
Selalu mengkritik penampilan anda, hal ini memberikan pesan bahwa kepercayaan diri anda didasarkan pada bagaimana jeans atau baju Anda cocok ditubuh anda atau didasarkan pada berapa berat badan Anda saat itu.

Anak-anak - terutama perempuan - dapat dipengaruhi oleh apa yang mereka dengar dari apa yang ibu mereka katakan. Hal ini dapat membuat mereka tidak menyukai apa yang mereka lihat di cermin - dapat menyebabkan masalah kepercayaan diri terhadap citra buruk bentuk tubuh selama hidupnya. Hal ini dapat mendorong kebiasaan tidak sehat seperti diet yoyo atau meningkatkan risiko terhadap kebiasaan makan yang berbahaya.

Kebiasaan Buruk 2: Makan karena emosi
Jika Anda menggunakan makanan sebagai alat untuk merasa lebih baik ketika Anda sedang sedih atau kecewa, maka Anda sudah menyampaikan pesan tidak sehat untuk anak-anak Anda. Anda menunjukkan kepada mereka bahwa makanan adalah cara untuk merasa lebih baik tentang diri sendiri ketika sedang sedih atau kecewa.

Sebaliknya, lakukankan hal lain untuk mendapatkan dorongan posisif ketika Anda sedang down. Biarkan anak anda melihat, Anda berbicara dengan teman atau pergi berjalan-jalan untuk merasa lebih baik. Mereka akan menangkap kebiasaan yang sehat yang baik dengan cara ini.

Kebiasaan Buruk 3: Terlalu sibuk dengan ponsel
Tidak adil melarang anak Anda untuk tidak sibuk dengan hanphonenya di meja makan, sementara Anda sendiri sedang sibuk dengan ponsel Anda. Apa yang Anda lakukan mengirimkan pesan kuat dari apa yang Anda katakan. Terapkan aturan yang tentang penggunaan barang elektronik seperti ponsel, tv, game dll pada seluruh keluarga termasuk orang tua. Dan ikuti dengan disiplin aturan itu.

Anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan layar sering memiliki masalah dengan kantuk, kinerja sekolah yang buruk, dan sering mengalami masalah berat badan. Tapi anak-anak yang makan malam dengan keluarga memiliki risiko lebih rendah mengalami obesitas.

Kebiasaan Buruk 4: Menonjolkan superficial dan material
Kebanyakan gadis kecil bermain berpura-pura berhias dengan memakai gaun. Tetapi para ahli mengatakan berhati-hati dengan kegiatan pesta-pesta kecil penuh hiasan ini menghabiskan waktu penting mereka.

Gunakan "Waktu gadis" untuk melakukan kebiasaan yang sehat dan menarik - pergi jalan-jalan, mengajarinya olahraga. Dia akan belajar bahwa dia bisa menjadi kuat, enerik, dan seakligus menjadi gadis. Plus, dia akan melihat bahwa menjadi aktif adalah pereda stres yang ampuh. Juga pastikan untuk memuji bahwa ia pintar (atau pujian sejenisnya) sesering yang Anda lakukan bila Anda memuji kecantikannya.

Kebiasaan Buruk 5: Minum alkohol agar merasa baik
Jika Anda pulang ke rumah setelah mengalami hari yang buruk di tempat kerja dan berkata, "Aku butuh alkohol." Anda menunjukkan pada anak Anda bahwa alkohol adalah cara yang baik untuk meredakan stres dan menenangkan diri. Hal yang sama berlaku untuk mengandalkan bergelas-gelas kopi untuk mendapatkan energi.

Sebaliknya, temukan cara sehat untuk meredakan stres atau mendapatkan energi. Cobalah latihan, meditasi, atau melakukan hobi yang santai yang bisa melibatkan seluruh keluarga. Karena berantai dengan keluarga adalah cara terbaik untuk mengembalikan energi anda.

Kebiasaan Buruk 6: Selalu membuat kompetisi
Menunjukkan kepada anak Anda bahwa anak-anak lain (tetangga, teman sekelas, saudara kandung) memiliki tubuh yang lebih atletis, adalah motivasi yang buruk untuk dirinya

Sebaliknya, cobalah memberikan dorongan positif. Pujilah dia untuk melakukan yang terbaik. Bantu dia fokus pada hal menyenangkan yang berada di luar atau bersaing melawan dirinya sendiri dan ajak ia melihat perbaikan pada tubuhnya. Anda juga dapat menawarkan untuk membantunya menemukan kegiatan yang ia sukai dan membantunya berlatih.

Kebiasaan Buruk 7: Selalu Bbertengkar dan berdebat
Jika Anda dan pasangan Anda terus-menerus bertengkar atau berdebat satu sama lain, maka anak-anak Anda akan belajar bahwa itu hal yang wajar.

Ketahuilah stres sering merupakan pemicu untuk bertangkar. Bisakan Anda menangani stres dengan baik? Jika tidak , coba teliti dan pelajari beberapa teknik manajemen stres. Berdebat dapat membuat Anda merasa lebih baik pada awalnya, tetapi masalah tidak akan selesai dan akan lebih buruk pada akhirnya. Plus, stres akibat sering berdebat dan bertangkar memiliki efek negatif pada anak-anak. Stres negatif telah terbukti meningkatkan risiko obesitas dan kesehatan.

Kebiasaan Buruk 8: Bergosip
Mengkritik atau mencela penampilan seseorang bagaimana dia bertingakh laku adalah tanda dari kurangnya percaya diri pada orang tersebut. Anda suka mengoceh dan bergosip? Berhentilah untuk hal yang lebih baik bagi diri anda sendiri.

Hal yang sama berlaku untuk menonton banyak acara TV gosip dan tabloid/majalah gossip. Sebaliknya, matikan TV, letakkan majalah, dan tunjukkan pada anak-anak Anda bagaimana untuk bersantai dan re-energi dengan cara yang sehat. Ajak anak-anak untuk naik sepeda bersama atau bermain permainan lain yang bermanfaat.

Memahami diri sendiri
Jika Anda menemukan diri Anda berperilaku negatif di sekitar anak-anak Anda, jangan abaikan hal itu dengan berharap mereka tidak melihatnya. Lihat kesalahan Anda dan gunakan sebagai pelajaran.

Libatkan anak-anak dengan meminta mereka untuk membantu Anda berhenti. Mereka mungkin akan sangat senang menunjukkan itu jika Anda melakukannya lagi. Anda serta anak-anak akan lebih sadar menghindari prilaku seperti itu. Studi menunjukkan, keberhasilan lebih mudah dicapai jika anggota keluarga saling mendukung.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar yang berhubungan dengan isi konten.

 
Proudly powered by Blogger Template by Creating Website
Iwan Setiawan Blog Sitemap
© www.iwansetiawan.com All Rights Reserved
Kebiasaan Buruk yang Merusak Kesehatan Anak