Home » » Menambah Ilmu Sepanjang Usia

Menambah Ilmu Sepanjang Usia

Menambah Ilmu Sepanjang Usia


Konon pada suatu masa di daratan China ada negri yang makmur yang dipimpin oleh seorang raja yang pintar dan adil, raja tersebut bernama Lu Pingkung yang sudah berusia 70 tahun.  Walaupun ia dianggap raja yang sangat pintar dan adil oleh rakyatnya, tapi ia masih merasa kalau pengetauan yang dimilikinya masih kurang, sehingga ia masih sangat berharap bisa belajar lebih banyak lagi untuk menambah pengetahuannya.


Beinginan untuk belajar terus bukan tidak mendapatkan hambatan karena usianya yang sudah tua membuatnya merasa ia semakin lamban utnuk menyerap pengetahuan baru yang dipelajarinya, belum lagi masalah fisik yang tidak sekuat seperti pada masa mudanya dulu. Hal ini membuatnya tidak percaya diri dan membuat pikirannya semakin resah dan membuat dirinya menjadi sedikit putus asa.

Untunglah  Lu Pingkung memiliki seorang penasehat yang bijaksana. Penasehatnya ini kebetulan seorang yang buta. Walaupun matanya buta, tetapi penasehat raja ini memiliki hati sanubari yang sangat terang.

Lu Pingkung bertanya kepada Pensehatnya ini, ”Wahai penasehat, coba engkau lihat saya sudah berumur 70 tahun, sudah cukup tua, tetapi saya masih ingin belajar lebih banyak ilmu, supaya dapat menambah lebih banyak pengetahuan lagi. Tetapi dengan usia seperti ini saya merasa kurang percaya diri. Saya merasa sudah terlambat untuk belajar lagi. Kira-kira apa pendapatmu? Apakah saya lebh baik menghentikan keinginan belajar ini?”

Penasehat ini menjawab, ”Paduka merasa terlambat untuk belajar? Lalu kenapa paduka tidak menyalakan lilin saja?”

Lu Pingkung bingung dengan jawaban penasehat ini, lalu berkata, ”Saya berbicara serius denganmu, wahai Penasehat. Kenapa engkau malah bercanda? Apakah pantas penasehat  mempermainkan rajanya?”

Mendengar perkataan rajanya, penasehat ini merasa gembira lalu berkata, ”Wahai Paduka yang mulia, maafkan saya, saya adalah seorang penasehat tua yang buta, mana berani mempermainkan Paduka? Mengenai hal keinginan belajar lagi, saya sudah berkata hal yang serius kepada Paduka.”

Lu Pingkung makin tidak mengerti, ia kemudian bertanya lagi, ”Saya tidak mengerti apa maksudmu, coba engkau jelaskan lebih banyak lagi tentang pendapatmu itu?”

Penasehat berkata, ”Menurut yang saya pelajari, manusia ketika masa kecilnya mempunyai keinginan belajar, bagaikan mendapat sinar mentari pagi yang sangat lembut, sinar mentari makin lama makin terang, waktu bersinarnya juga sangat panjang.

Dan ketika manusia pada masa remaja mempunyai keinginan untuk belajar, bagaikan mendapat sinar mentari di siang hari, walaupun sinar mentari di siang hari sudah menyinari setengah hari, tetapi sinarnya sangat terik, waktunya bersinar juga masih panjang.

Sedangkan manusia pada masa tuanya mempunyai keinginan untuk belajar, walaupun matahari sudah tenggelam, tidak ada sinar terang lagi, tetapi masih bisa meminjam cahaya lilin untuk menerangi, walaupun cahaya lilin tidak begitu terang, tetapi dengan sedikit cahaya ini lebih bagus daripada meraba-raba ditempat yang gelap.

Lu Pingkung segera tersadarkan, dengan gembira dia berkata, ”Perkataanmu sangat benar, memang seharusnya demikian! Sekarang saya merasa percaya diri lagi.”



---------

Untuk belajar setiap orang tentu berbeda kemampuannya sesuai usia. Untuk yang masih muda tentu lebih mudah menyerap pengetahuan baru, berbeda dengan orang yang sudah tua tentu harus lebih sabar dan perlahan-lahan sesuai dengan kemampuannya. Tapi yang terpenting dari cerita di atas adalalah tidak pernah berhenti untuk belajar.

Belajar untuk menambah ilmu adalah bagian perjuangan manusia dalam kehidupan sampai usia berapapun selama hayat masih dikandung badan.  Berbeda dengan fisik manusia yang semakin tua akan semakin lemah, pikiran manusia adalah hal yang luar biasa yang diciptakan oleh Tuhan. Pikiran semakin diasah akan semakin tajam.

Sehingga tidak ada alasan bagi manusia untuk berhenti belajar. Belajar bagaikan kayu bakar yang akan tetap menjaga api dalam pikiran tetap hidup. Dengan terus belajar, tidak peduli muda maupun tua, akan lebih banyak pengetahuan yang menerangi sanubari, dan membuat kita lebih bijaksana dalam mengambil keputusan dan menghadapi masalah dalam kehidupan ini.

Belajarlah terus walaupun hanya ada cahaya lilin.....


“Learning never exhausts the mind.” ― Leonardo da Vinci

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar yang berhubungan dengan isi konten.

 
Proudly powered by Blogger Template by Creating Website
Iwan Setiawan Blog Sitemap
© www.iwansetiawan.com All Rights Reserved
Menambah Ilmu Sepanjang Usia