Home » » Kebaikan berbuah kebaikan

Kebaikan berbuah kebaikan

Alkisah pada suatu saat seorang pelayan raja menemukan seorang anak kecil yang terlantar di jalanan, dan pelayan tersebut pun mengambil dan membawa anak tersebut ke kerajaan. Karena pelayan itu sangat dekat dengan raja dan permaisuri, maka ia melaporkan hal ini kepada sang raja.


Raja yang baik sangat kasihan melihat keadaan anak kecil tersebut. Kemudian ia memerintahkan kepada para pelayan agar anak tersebut dirawat dan disatukan dengan keluarga raja. Raja pun menamainya Ahmad al-Yatim. Ketika anak tersebut mulai tumbuh dewasa, nampak pada dirinya tanda-tanda kepandaian dan kecerdasan. Lalu raja mendidiknya dan mengajarinya.

Tatkala sang raja hendak meninggal dunia, beliau mewasiatkan anak tersebut kepada putra mahkota. Raja menggabungkan anak tersebut kepada putra mahkota, memilihnya dan mengambil janji agar dia menjadi orang yang setia dan menjadi pelayan yang jujur. Setelah itu, dia memulai pekerjaannya. Sehingga, dia menjadi kepala pelayan raja dan orang yang mengatur segala urusan istana.

Pada suatu hari raja memerintahkan agar dia mengambilkan sesuatu dari salah satu kamarnya. Dia pun bergegas untuk mengambilkan barang tersebut. Tiba-tiba dia melihat salah seorang dayang khusus raja bersama seorang pemuda dari kalangan pelayan kerajaan sedang berbuat kefasikan dan berbuat zina. Dayang itu memohon kepadanya agar merahasiakan kejadian itu. Si dayang menjanjikan akan memberikan apa saja yang dia minta dan merayunya dengan menyerahkan dirinya. Tujuannya, agar si dayang selamat dari tindakannya (melaporkan kepada raja).

Lalu dia berkata kepada dayang tersebut, “Aku mohon perlindungan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari berkhianat kepada raja dengan berbuat zina padahal beliau telah berbuat baik kepadaku.’ Kemudian dia meninggalkan dayang tersebut dan berlalu dengan tetap menyembunyikan rahasia tersebut. Akan tetapi, dayang tersebut merasa khawatir sendiri dan mengira bahwa Ahmad al-Yatim akan melaporkan perbuatannya kepada raja.

Dayang tersebut menunggu raja sampai beliau datang di istana. Kemudian dia menghadap raja sambil menangis dan mengadu. Lalu sang raja bertanya kepadanya tentang apa yang terjadi. Si dayang menjawab bahwa Ahmad al-Yatim telah merayu dirinya bahkan dia memaksanya untuk berbuat zina.

Ketika sang raja mendengar hal tersebut, kontan beliau merasa malu dan marah besar serta bertekad untuk menghukum mati Ahmad al-Yatim. Tetapi raja tidak ingin orang lain mengetahui aib yang telah diperbuat orang yang sebelumnya sangat dipercaya ini, karena akan turut mencoreng kredibilitasnya sebagai raja.  Sehingga sang raja berniat menghukum mati Ahmad al-Yatim secara diam-diam, sehingga orang-orang tidak mengetahui kematiannya serta masalah penyebabnya. Dia berkata kepada anak buah seniornya, “Jika saya mengutus seseorang kepadamu dengan membawa nampan dan meminta kepadamu ini dan itu, maka penggallah kepalanya dan letakkan kepalanya pada nampan tersebut dan tutupi, lalu bawa potongan kepala itu kepadaku.” Anak buahnya pun menerima dan menyanggupinya.

Pada suatu hari raja memanggil Ahmad al-Yatim dan berkata kepadanya, “Temui fulan si pelayan dan katakan padanya, ‘Raja meminta ini dan itu.” Dia pun berangkat melaksanakan perintah raja tersebut. Akan tetapi, di tengah jalan dia bertemu beberapa pelayan. Mereka ingin menjadikan Ahmad sebagai penengah di dalam suatu perkara yang terjadi di antara mereka. Ahmad al-Yatim meminta maaf dan berkata bahwa dia sedang mendapat tugas untuk melaksanakan perintah raja. Mereka berkata, “Kami akan mengutus seorang pelayan yang akan menggantikanmu untuk melaksanakan tugasmu. Sehingga, engkau dapat memutuskan persoalan di antara kita.”

Ahmad al-Yatim mengabulkan permintaan mereka. Lantas mereka mengutus salah seorang di antara mereka, yaitu pemuda yang telah berbuat zina dengan si dayang. Ketika dia sampai, pimpinan pelayan menariknya ke tempat yang telah dipersiapkan kemudian dia memenggal lehernya secara tiba-tiba, lalu dia letakkan potongan kepala tersebut di atas nampan dan ditutupi. Kemudian dia membawanya ke hadapan raja.

Ketika sang raja melihat isi nampan tersebut, dengan segera dia membuka tutupnya, maka dia melihat potongan kepala bukan kepala Ahmad al-Yatim. Selanjutnya raja memanggil Ahmad al-Yatim dan menanyakan tentang apa yang telah dilakukannya. Lantas Ahmad menceritakan apa yang telah terjadi. Kemudian raja bertanya, “Apakah kamu tahu dosa pelayan ini?” Dia menjawab, “Iya. Dia telah melakukan ini dan itu bersama seorang dayang. Keduanya meminta saya dengan bersumpah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar saya merahasiakan berita ini.”

Ketika sang raja mendengar hal itu, maka beliau memerintahkan agar si dayang di hukum mati. Beliau kembali mencintai dan memuliakan Ahmad al-Yatim seperti sedia kala.

Artikel www.KisahMuslim.com


0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tulis komentar yang berhubungan dengan isi konten.

 
Proudly powered by Blogger Template by Creating Website
Iwan Setiawan Blog Sitemap
© www.iwansetiawan.com All Rights Reserved
Kebaikan berbuah kebaikan