Ketika pertama kali memulai suatu olahraga, orang biasanya berusaha dengan latihan awal yang cukup berat. Mereka beranggapan cara ini dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan, dan daya tahan tubuh. Tapi sebaiknya pikirin ini dibuang jauh-jauh karena latihan yang berat pada saat memulai suatu olahraga justru dapat membuat Anda cidera. Termasuk dalam memulai olahraga lari. Bila Anda baru memulai olahraga lari sebaiknya menghindari berlari terlalu cepat.
Jadi berapa kecepatan yang dibutuhkan untuk seorang pelari baru?
Untuk menjawab pertanyaan di atas, dalam berlatih lari gunakan ukuran waktu (menit) dan bukan jarak. Jangan pikirkan dahulu kecepatan lari ataupun jarak saat memulai olahraga lari. Langkah pertama adalah fokus terlebih dahulu untuk membangun kebugaran seluruh sistem tubuh dan membuat latihan menjadi suatu kebiasaan. Jangan teburu nafsu dan fokuslah pada manfaat kesehatan utama, sepertinya menjadi lebih rendah resiko dari ancaman penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi. Inilah manfaat latihan berlari secara konsisten dengan waktu yang cukup, tidak peduli berapa mil jarak yang sudah Anda tempuh.
Setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda saat berlari. Untuk mengetahui kecepatan yang baik saat berlari, lakukan tes dengan cara seperti ini; belarilah cepat atau kalau Anda berjalan, berjalanlah dengan cepat. Kemudian dalam kondisi lari tersebut lakukan tes suara dengan berbicara beberapa kalimat, jika anda bisa mengucapkannya kata-kata dengan baik berarti kecepatan lari Anda sudah cukup. Bila Anda bisa bernyanyi saat itu berarti kecepatan lari masih kurang. Dan jika Anda tidak bisa mengucapkan dengan baik dan terengah-engah artinya lari Anda terlalu cepat.
Mulailah dengan berlari lambat. Tidak peduli seberapa jauh atau seberapa lama Anda akan berlari, mulai perlahan-lahan untuk pemanasan dan meningkatkan denyut jantung secara bertahap. Hal ini akan membuat latihan menjadi lebih nyaman dan mudah. Jika Anda berlatih dengan beban yang terlalu berat di awal-awal latihan maka akan membuat tubuh menjadi terlalu lelah dan membuat mental Anda jatuh. Sehingga akan sulit untuk memulai latihan berikutnya karena Anda akan merasa malas. Salah satu kesalahan paling umum pelari baru adalah berlari terlalu cepat.
Dengarkan tubuh Anda. Setelah Anda mendapatkan kecepatan yang terasa nyaman, cobalah untuk memperhatikan bagaimana tubuh Anda bereaksi. Seberapa keras Anda bernapas? Seberapa cepat kaki Anda menarik dan kembali lagi? Apakah otot kaki terasa baik-baik saja? Merasakan bagaimana reaksi tubuh Anda pada kecepatan yang nyaman akan membantu Anda lebih mengenal kecepatan ini pada setiap lari Anda nanti.
Berlarilah secara santai. Ketika pertama kali memulai, umumnya pelari baru terlalu tegang dan mengencangkan otot yang tidak perlu untuk berlari. Sehingga melemahkan kekuatan yang Anda butuhkan untuk mendapatakn hasil latihan yang baik. Jadi, ketika kondisi lari terasa memberatkan, lakukan scan tubuh: relakskan alis Anda dan jangan kerutkan, buat santai rahang Anda, tangan Anda tetap santai (bayangkan memegang selembar kertas di antara ibu jari dan jari telunjuk), dan jangan lupa untuk bernapas. Anda akan takjub melihat betapa latihan menjadi jauh lebih mudah dan nyaman.
Sumber : Runners Wolrd




berlari memang menyehatkan :D
BalasHapusSelain menyehatkan juga membuat pikiran jadi bebas :)
BalasHapus