Subhanallah atau Masyaallah?
Posted by Iwan Setiawan
Posted on 10.3.13
with 10 comments
Kata Subhanallah yang berarti "Mahasuci Allah" dan kata Masyaallah yang berarti "Allah telah berkehendak akan hal itu", dua kata yang sudah tidak asing kita dengar sering diucapkan dalam keseharian bila orang sedang merasa takjub melihat sesuatu yang luarbiasa, melihat istri yang cantik, kaget karena melihat sesuatu yang mengerikan, atau mendengar hal-hal yang kurang menyenangkanapa.
Dua kata ini tentu memiliki nilai tersendiri bila dibandingkan kalau kita hanya mengucapkan kata-kata biasa seperti "amboi... indahnya" bila melihat pemandangan yang indah atau umpatan-umpatan yang tak pantas bila melihat hal yang kurang menyenangkan.
Kebanyakan masyarakat indonesia mengucapkan "Subhanallah" ketika melihat atau mengalami hal-hal yang menakjubkan dan menyenangkan dan akan mengucapkan "Masyaallah" saat mengalami kejadian yang kurang menyenangkan atau keburukan
pernah ada orang indonesia yang bercengkrama dengan muslim asli Arab, karena takjub dan berniat memuji orang Arab tersebut dia pun berucap "Subhanallah" , tapi apa yang dikatakan muslim arab tersebut?
(kurang lebih dalam bahasa indonesianya)
“Astaghfirullahal 'adzhim, maaf ustad kalau ada yang bathil dalam diri & ucapan saya tolong segera diluruskan!"
Nah ternyata muslim Arab tersebut menganggapnya berbeda dari yang kita harapkan. Lalu..bagaimana seharusnya letak pengucapan yang benar?
Subhanallah diucapkan saat mendengar atau melihat hal buruk/jelek, ucapkan "Subhanallah" sebagai penegasan bahwa Allah Mahasuci dari keburukan tersebut.
Dalam Al-Quran, ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas (hal buruk), misalnya
“Mahasuci Allah dari mempunyai anak, dari apa yang mereka sifatkan, mereka persekutukan”, juga digunakan untuk mengungkapkan keberlepasan diri dari hal menjijikkan semacam syirik (QS. 40-41).
Masyaallah bila seseorang melihat hal yang baik dan indah. Ekspresi penghargaan sekaligus pengingat bahwa semua itu bisa terjadi hanya karena kehendak-Nya.
“Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu “Maasya Allah laa quwwata illa billah” (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan?” (QS. Al-Kahfi: 39).
Dengan mengetahui perbedaan penggunaan dua kata ini tentu akan memberikan makna yang lebih baik dalam pergaulan dengan sesama muslim maupun dalam usaha mendapatkan rahmat karena selalu mengingat Allah SWT dalam berbagai kesempatan dan situasi. Wallahu’alam
Source : kaskus.co.id




apa iya.. hati2 kalo menjelaskan.
BalasHapusSilahkan dibabarkan mas Paijo, kalau ada pendaat lain. Buat nambah wawasan. :)
BalasHapuscoba crosscheck lagi dari Quran, jangan dari kaskus..ada surat apa gitu malah kalo merasa takjub ucapkan subhanallah...
BalasHapusMakasih masukannya Mas Inewchase.. :) Saya lihat memang banyak yang berbeda-beda pendapatnya. Kalau Mas Inewchase punya sumber dari Al Quran tentu sangat baik, karena tidak ada lagi yang bisa membantahnya.
HapusBeberapa pendapat yang saya dapatkan bukan hanya dari Kaskus tapi ada juga dari artikel di Kompasiana.
http://sosbud.kompasiana.com/2013/04/19/mengenai-masya-allah-dan-subhanallah-di-indonesia-verifikasi-malaikat-sudah-tepat--547883.html
Tapi perbedaan ini menurut saya tidak terlalu penting, karena yang terpenting adalah setiap moment digunakan untuk mengingat Allah SWT dengan ucapan yang baik. Thanks :)
siiipp,, s7
BalasHapusالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
BalasHapusPermisi mas iwan numpang komentar...
Saya orang indonesia yang mukim di saudi arabia (makkah al-mukarramah)
Membahas tentang artikel diatas ada benarnya...karena memang saya pernah mengalami sendiri,
Pernah saya menyanjung anak orang arab hanya dengan ucapan (marrah hello)artinya "sungguh cantik" tanpa dengan sambungan"masya Allah"
Apa respon orang arab itu bagus?
Jawabnya adalah bahwa orang arab itu marah dengan saya sambil bilang "kull masya Allah"
(Ucapkan masya allah).
Jadi kalau seandainya pembaca artikel ini mau haji,jangan lupa ucap masya allah ketika melihat hal yang menajubkan(wanita cantik,laki laki tampan,mobil bagus,rumah bagus dll)
Namun sebaliknya jangan ucap "masya Allah" ketika melihat hal jelek.
Contoh:saya melihat anak laki laki nakal
Jangan ucap masya Allah anak itu nakal
Nanti saya sambung setelah ada respon dari komentator dan mas iwan
Terimakasih tambahannya, mas Asiah Nailil. Saya kira akan berguna sekali pengalamannya di Arab jika di-sharing. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. :))
HapusOh ternyata, kalo di Indonesia malah terbalik ya penggunaannya..
BalasHapusKeep posting gan
Masyaallah, artikel yg sangat bagus mas iwan, semoga bermanfaat bagi umat. Amin
BalasHapusMasyaallah....baru ngerti perbedaannya...mksh ilmunya...
BalasHapus